Aku ingin anggukan disusul tindakan, tanpa keraguan..
Aku ingin senyuman dikala kekecewaan melandaku..
Aku ingin tepukan di bahu, pelukan, genggaman tangan,
semua tepat pada porsi dan waktunya..
Aku ingin menikmati hidup, sebagaimana kunikmati cinta..
rasa damai yang membuatku ingin selalu berkorban..
bersama...selama yang kubisa..
Saturday, January 30, 2010
Sunday, January 24, 2010
Separuh Diriku
Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang membuatkanku peach tea with honey,
setelah dia membuatku kesal..
Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang mengisikan bak mandiku,
tanpa dia harus bertanya,
"sudahkah kau mandi?"
Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang membuatkanku sarapan,
hanya di hari Sabtu dan Minggu,
karena Senin hingga Jumat adalah giliranku..
Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang membawakan tas, belanjaa, hingga galon aqua kosong,
tanpa perlu melihat sebelah pundakku lebih rendah,
untuk bisa mengangkat beban sedemikian rupa..
Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang mencintaiku cukup,
dan memperlakukanku setengah dari apa yang kuinginkan..
Bukan seseorang yang mencintaiku sangat,
berlimpah ruah, tapi tidak mengerti,
bagaimana menyentuh hatiku.
yang membuatkanku peach tea with honey,
setelah dia membuatku kesal..
Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang mengisikan bak mandiku,
tanpa dia harus bertanya,
"sudahkah kau mandi?"
Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang membuatkanku sarapan,
hanya di hari Sabtu dan Minggu,
karena Senin hingga Jumat adalah giliranku..
Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang membawakan tas, belanjaa, hingga galon aqua kosong,
tanpa perlu melihat sebelah pundakku lebih rendah,
untuk bisa mengangkat beban sedemikian rupa..
Aku hanya ingin seorang pasangan,
yang mencintaiku cukup,
dan memperlakukanku setengah dari apa yang kuinginkan..
Bukan seseorang yang mencintaiku sangat,
berlimpah ruah, tapi tidak mengerti,
bagaimana menyentuh hatiku.
Saturday, January 23, 2010
If it's make U happy..it can't be that bad..
Seperti membangun uno stako,
lapis demi lapis, mempertimbangkan kapan...
harus menarik dan menahan nafas,
memilah tepi mana dan celah mana,
bersikap dan merasa.
Hal paling mengerikan dari suatu hubungan,
kita terkadang merasa lebih pintar dari yang merasakan,
kita merasa senang lebih senang...
sedih lebih sedih..sakit lebih sakit..
Sad
Now I feel it...
Khawatir sgt yg mencekam..
Well, got to let it go.
Take care.
lapis demi lapis, mempertimbangkan kapan...
harus menarik dan menahan nafas,
memilah tepi mana dan celah mana,
bersikap dan merasa.
Hal paling mengerikan dari suatu hubungan,
kita terkadang merasa lebih pintar dari yang merasakan,
kita merasa senang lebih senang...
sedih lebih sedih..sakit lebih sakit..
Sad
Now I feel it...
Khawatir sgt yg mencekam..
Well, got to let it go.
Take care.
Friday, January 22, 2010
Keinginan Roh dan Daging
Akan ada kalanya saya meninggalkan semua rutinitas ini. Bangun tidur, berfikir, bernafas, makan, bekerja, beribadah, mengalami emosi yang mendalam. Dahulu begitu mudah, tiap dua kali seminggu saya bisa menjalani puasa. Tapi rupanya, semakin tua tubuh ini makin hebat pula kuasanya. Padahal harusnya tidak demikian.
Puasa makan adalah cikal bakal dari pengendalian emosi. Waktu SD saya bertanya pada ibu saya, bagaimana caranya supaya saya tidak lagi jadi anak yang pemberang. Entah saat itu, tapi saya yakin sekali kata "anak" tidak saya gunakan. Namun, ya itulah maksudnya. Kata ibu saya, bisa diawali dengan puasa makan, mungkin garam dan gula.
Dulu memang menghindari tiga setan putih adalah hobi saya; garam, gula, terigu. Itu untuk urusan perampingan tubuh. Tapi sekarang, rupa-rupanya rutinitas itu harus kembali diulang untuk beberapa permasalahan dalam hidup.
Saat dimana kita merasa pribadi kita tak diatur dan dikuasai keinginan daging, saat itulah kita sudah kalah. Karena kesombongan itu tengah membuktikan keberhasilannya.
Ada satu masalah besar yang nampaknya diawali dari kesalahan saya. Jalannya mungkin tepat, caranya sepertinya tidak. Itulah pertanda saya butuh mengasingkan diri dari duniawi.
Mengembalikan diri ke jalur-Nya, agar mampu mempelajari lebih lanjut ttg diri saya sendiri dan langkah tepat yang akan diambil ke depannya.
May God mercy my soul, for I have sinned. But s**** to God, I do feel the love, and it's keeping me alive.
Puasa makan adalah cikal bakal dari pengendalian emosi. Waktu SD saya bertanya pada ibu saya, bagaimana caranya supaya saya tidak lagi jadi anak yang pemberang. Entah saat itu, tapi saya yakin sekali kata "anak" tidak saya gunakan. Namun, ya itulah maksudnya. Kata ibu saya, bisa diawali dengan puasa makan, mungkin garam dan gula.
Dulu memang menghindari tiga setan putih adalah hobi saya; garam, gula, terigu. Itu untuk urusan perampingan tubuh. Tapi sekarang, rupa-rupanya rutinitas itu harus kembali diulang untuk beberapa permasalahan dalam hidup.
Saat dimana kita merasa pribadi kita tak diatur dan dikuasai keinginan daging, saat itulah kita sudah kalah. Karena kesombongan itu tengah membuktikan keberhasilannya.
Ada satu masalah besar yang nampaknya diawali dari kesalahan saya. Jalannya mungkin tepat, caranya sepertinya tidak. Itulah pertanda saya butuh mengasingkan diri dari duniawi.
Mengembalikan diri ke jalur-Nya, agar mampu mempelajari lebih lanjut ttg diri saya sendiri dan langkah tepat yang akan diambil ke depannya.
May God mercy my soul, for I have sinned. But s**** to God, I do feel the love, and it's keeping me alive.
Wednesday, January 20, 2010
it's like dejavu
Don't wanna feel it again.
Don't put me in uncomfy condition.
Don't push me to the edge, U'll get the best and the worst.
I'll be good but I'll fly away.
Don't put me in uncomfy condition.
Don't push me to the edge, U'll get the best and the worst.
I'll be good but I'll fly away.
Tuesday, January 19, 2010
Mata Bicara
Hari ini jiwa googlenya keluar dengan tiba-tiba. I was like..hmm, typing Aurelia Tiara Widjanarko just to see the image. Maybe BW maybe colorful, maybe small, or even extra large.
Rupanya banyak cerita masa lalu yang bermunculan di tiap frame. Senyuman malu-malu, biadab hinggu sinar mata aku-jatuh-cinta. Bisa jadi dengan sahabat, pacar, ataupun hidup itu sendiri.
Saya jadi membandingkannya dengan frame akhir-akhir ini.
Kalau kata seorang sahabat, begitulah hidup. Membuat kita lebih dewasa, merasakan pahit getirnya hari-hari. Tapi buat saya, itu seakan mematikan percikan kembang api yang belum sampai di ujung.
I miss those eyes. Mata yang tersenyum dengan bahagianya, bukan mata yang waspada dan berjaga-jaga. Well, maybe someday, if I declare my love again. Just, maybe =)
Rupanya banyak cerita masa lalu yang bermunculan di tiap frame. Senyuman malu-malu, biadab hinggu sinar mata aku-jatuh-cinta. Bisa jadi dengan sahabat, pacar, ataupun hidup itu sendiri.
Saya jadi membandingkannya dengan frame akhir-akhir ini.
Kalau kata seorang sahabat, begitulah hidup. Membuat kita lebih dewasa, merasakan pahit getirnya hari-hari. Tapi buat saya, itu seakan mematikan percikan kembang api yang belum sampai di ujung.
I miss those eyes. Mata yang tersenyum dengan bahagianya, bukan mata yang waspada dan berjaga-jaga. Well, maybe someday, if I declare my love again. Just, maybe =)
Saturday, January 16, 2010
Merindukan "mata"ku
Senja tadi saya duduk di bangku panjang depan restoran ramen saat percakapan aneh mengganggu telinga saya.
"Gw uda biasa masak apalagi waktu gw di Itali. Tapi gw paling ga suka satu hal, bukan ngupas bukan motong tp nyuci piring," seorang pria dgn polos menunjukkan kesombongannya. Dan ini adalah sarkasme.
He was like..standing while he talked. Snob gilaaa hahahaha, but hey..kalimatnya spt sebuah kebohongan yg tak sempurna.
Saya tidak hebat dalam memasak, akan tetapi mencuci piring adalah akhir yang nikmat.
Seperti merokok stlh seks hebat dan klimaks yg luar biasa. Seperti regukan terakhir hot chocolate di udara dingin. It maybe simple, but not if U see it with love.
Even a leaf picking can be the most beautiful thing in the world if U see it with love, do it with love, being with the love; IT-self.
Hari ini kurindukan "mata"ku, jendela jiwaku akan keindahan dunia dan hidupku.
"Gw uda biasa masak apalagi waktu gw di Itali. Tapi gw paling ga suka satu hal, bukan ngupas bukan motong tp nyuci piring," seorang pria dgn polos menunjukkan kesombongannya. Dan ini adalah sarkasme.
He was like..standing while he talked. Snob gilaaa hahahaha, but hey..kalimatnya spt sebuah kebohongan yg tak sempurna.
Saya tidak hebat dalam memasak, akan tetapi mencuci piring adalah akhir yang nikmat.
Seperti merokok stlh seks hebat dan klimaks yg luar biasa. Seperti regukan terakhir hot chocolate di udara dingin. It maybe simple, but not if U see it with love.
Even a leaf picking can be the most beautiful thing in the world if U see it with love, do it with love, being with the love; IT-self.
Hari ini kurindukan "mata"ku, jendela jiwaku akan keindahan dunia dan hidupku.
Friday, January 08, 2010
Hitam, Putih dan.....Butek
Setiap kali hal terindah di muka bumi ini menyerangku seperti kilat di siang hari bolong, saya selalu menganggapnya seperti sekeping koin bersisi dua. Yang pertama adalah hadiah, atau untung. Dan yang kedua adalah malang, atau ujian serta cobaan.
Tidak selalu hal yang membuat kita tersenyum adalah hal baik. Tidak selalu hal yang membuat kita sedih pun bersusah hati adalah hal buruk. Terkadang nurani manusia jauh lebih luas dari sekedar hitam dan putih.
Dalam hidup saya, titik klimaks semacam ini kugapai di bawah hitungan lima. Kenikmatannya pun jauh-jauh berbeda untuk yang kali ini. Saya berharap ini bukan surga fatamorgana. Surgaku tinggi, namun ternyata tidak sejauh itu.
Tidak selalu hal yang membuat kita tersenyum adalah hal baik. Tidak selalu hal yang membuat kita sedih pun bersusah hati adalah hal buruk. Terkadang nurani manusia jauh lebih luas dari sekedar hitam dan putih.
Dalam hidup saya, titik klimaks semacam ini kugapai di bawah hitungan lima. Kenikmatannya pun jauh-jauh berbeda untuk yang kali ini. Saya berharap ini bukan surga fatamorgana. Surgaku tinggi, namun ternyata tidak sejauh itu.
Thursday, December 31, 2009
Berkat Tahun 2009
Thank you Lord for this year, such a blessing for me.
Here's some of my blessings :
1. Memenangkan kontes penulisan yg diselenggarakan oleh Erlangga.
2. Cerpen diterbitkan sbg buku sy yang kedua.
3. Membuktikan bahwa aksi lebih dahsyat dr omongan. People can see, past can't stop me.
4. Membangun dari nol HoRe massage parlor dgn seorang sahabat yg kemudian jd rekan bisnis.
5. Mengajar di satu universitas lagi selain UPH yaitu STBA LIA.
6. Pelan-pelan belajar memaafkan, merelakan dan menerima hal-hal yang mengganjal di hati.
7. Diterima proposalnya oleh penerbit utk diterbitkan sbg buku akademik/ populer.
8. Tampil membaca puisi di bbg event sastra spt Eat, Love N Pray, Sastra Reboan ke Kota, Sastra Reboan for Mother's Day, etc.
9. Menjadi MC sbg salah satu pekerjaan sampingan di acara2 sastra, peluncuran novel, protokol negara, budaya dan kesenian, etc.
10. Diliput scr pribadi sbg profil di Area Magazine, Info Kebayoran.
11. Mengembangkan HoRe sehingga bs memiliki 15 karyawan, yg sdh bs mencicil motor, gadget, dan kuliah.
12. Mengikuti bbg event kerja sama dgn majalah utk HoRe dan diliput di lebih dari lima majalah termasuk Fitness, GoodHousekeeping, Area, SwankGlossy, GoGirl, CitaCinta
13. Kerja di event yg memungkinkan utk berkenalan dgn bnyk org pintar spt HS, BP, PN, AS, DY, etc.
14. Always get up every time I fall.
15. Mengikuti retret di lembah Karmel.
16. Mjd model utk org2 berbakat spt Diandra Aisha, Tarita Kowara, KP, PN, etc.
Masih banyak yang lain. Tapi hal yang lucu adalah dari 16 poin di atas, sy sdh menuliskannya di awal thn 2009 sbg hal yg akan sy capai. Well, call it anything U want, but that's my blessings. And one more thing, I found the most important thing in my life that makes my heart alive...my future :)
Mudah2an thn 2010 akan menjadi tahun yang lbh hebat lagi scr "horizontal" maupun "vertikal". Amen :)
Here's some of my blessings :
1. Memenangkan kontes penulisan yg diselenggarakan oleh Erlangga.
2. Cerpen diterbitkan sbg buku sy yang kedua.
3. Membuktikan bahwa aksi lebih dahsyat dr omongan. People can see, past can't stop me.
4. Membangun dari nol HoRe massage parlor dgn seorang sahabat yg kemudian jd rekan bisnis.
5. Mengajar di satu universitas lagi selain UPH yaitu STBA LIA.
6. Pelan-pelan belajar memaafkan, merelakan dan menerima hal-hal yang mengganjal di hati.
7. Diterima proposalnya oleh penerbit utk diterbitkan sbg buku akademik/ populer.
8. Tampil membaca puisi di bbg event sastra spt Eat, Love N Pray, Sastra Reboan ke Kota, Sastra Reboan for Mother's Day, etc.
9. Menjadi MC sbg salah satu pekerjaan sampingan di acara2 sastra, peluncuran novel, protokol negara, budaya dan kesenian, etc.
10. Diliput scr pribadi sbg profil di Area Magazine, Info Kebayoran.
11. Mengembangkan HoRe sehingga bs memiliki 15 karyawan, yg sdh bs mencicil motor, gadget, dan kuliah.
12. Mengikuti bbg event kerja sama dgn majalah utk HoRe dan diliput di lebih dari lima majalah termasuk Fitness, GoodHousekeeping, Area, SwankGlossy, GoGirl, CitaCinta
13. Kerja di event yg memungkinkan utk berkenalan dgn bnyk org pintar spt HS, BP, PN, AS, DY, etc.
14. Always get up every time I fall.
15. Mengikuti retret di lembah Karmel.
16. Mjd model utk org2 berbakat spt Diandra Aisha, Tarita Kowara, KP, PN, etc.
Masih banyak yang lain. Tapi hal yang lucu adalah dari 16 poin di atas, sy sdh menuliskannya di awal thn 2009 sbg hal yg akan sy capai. Well, call it anything U want, but that's my blessings. And one more thing, I found the most important thing in my life that makes my heart alive...my future :)
Mudah2an thn 2010 akan menjadi tahun yang lbh hebat lagi scr "horizontal" maupun "vertikal". Amen :)
Wednesday, December 30, 2009
God won't ask but I'm no God
Ada hal-hal yang membuat kita khawatir. Sebagaimana kita seharusnya melawan ketakutan kita, kembali lagi manusia adalah lemah dan penuh tanda tanya. What are U afraid of? None, if you're with me. But...you're not here.
Here some good writings..
God won't ask what kind of car you drove.
He will ask how many people you took to church who didn't have a car.
God won't ask the square footage of your home.
He will ask how many people you helped who didn't have a home.
God won't ask how many fancy clothes you had in your closet.
He will ask how many of those clothes you gave away to Salvation Army.
God won't ask what social class you were in.
He will ask what kind of "class" you displayed.
God won't ask how many material possessions you had.
He will ask whether those material possessions dictated your life.
God won't ask what your highest salary was.
He will ask if you trampled over any people to obtain that salary.
God won't ask how much overtime you worked.
He will ask did you work overtime for your family.
God won't ask how many promotions you received.
He will ask what you did to promote others.
God won't ask what your job title was.
He will ask did you perform your job to the best of your ability.
God won't ask how many promotions you took to chase the dollar bill.
He will ask how many promotions you refused to advance your family's quality of life.
God won't ask how many times you didn't run around around on your spouse.
He will ask how many times you did.
God won't ask how many degrees you have.
He will ask how many people you thanked for getting those degrees.
God won't ask what your parents did to help you.
He will ask what you did to help your parents.
God won't ask what you did to help yourself.
He will ask what you did to help others.
God won't ask how many friends you had.
He will ask how many people you were a friend to.
God won't ask what you did to protect your rights.
He will ask what you did to protect the rights of others.
God won't ask what neighborhood you lived in.
He will ask what other neighborhoods you visited.
God won't ask how many times you told the truth.
He will ask how many times you told a lie.
God won't ask about the color of your skin.
He will ask about the color of your heart.
God won't ask how many times your deeds matched your words.
He will ask how many times they didn't. God won't ask what neighborhood you lived in.
He will ask what other neighborhoods you visited.
God ordinarily will not show you His will in order for you to consider it.
He will show you His will when He knows you are willing to do it.
Wow, God! YOU are that great :)
But I'm no God.
Aku takut..hari ini merasa takut. Untuk kehilangan dan sakit. Jadi hari ini aku harus melawan hal itu, bahkan dengan tidak bertanya. When I'm afraid, I just love details. Well, goodbye me for now...even I'm no God :)
Here some good writings..
God won't ask what kind of car you drove.
He will ask how many people you took to church who didn't have a car.
God won't ask the square footage of your home.
He will ask how many people you helped who didn't have a home.
God won't ask how many fancy clothes you had in your closet.
He will ask how many of those clothes you gave away to Salvation Army.
God won't ask what social class you were in.
He will ask what kind of "class" you displayed.
God won't ask how many material possessions you had.
He will ask whether those material possessions dictated your life.
God won't ask what your highest salary was.
He will ask if you trampled over any people to obtain that salary.
God won't ask how much overtime you worked.
He will ask did you work overtime for your family.
God won't ask how many promotions you received.
He will ask what you did to promote others.
God won't ask what your job title was.
He will ask did you perform your job to the best of your ability.
God won't ask how many promotions you took to chase the dollar bill.
He will ask how many promotions you refused to advance your family's quality of life.
God won't ask how many times you didn't run around around on your spouse.
He will ask how many times you did.
God won't ask how many degrees you have.
He will ask how many people you thanked for getting those degrees.
God won't ask what your parents did to help you.
He will ask what you did to help your parents.
God won't ask what you did to help yourself.
He will ask what you did to help others.
God won't ask how many friends you had.
He will ask how many people you were a friend to.
God won't ask what you did to protect your rights.
He will ask what you did to protect the rights of others.
God won't ask what neighborhood you lived in.
He will ask what other neighborhoods you visited.
God won't ask how many times you told the truth.
He will ask how many times you told a lie.
God won't ask about the color of your skin.
He will ask about the color of your heart.
God won't ask how many times your deeds matched your words.
He will ask how many times they didn't. God won't ask what neighborhood you lived in.
He will ask what other neighborhoods you visited.
God ordinarily will not show you His will in order for you to consider it.
He will show you His will when He knows you are willing to do it.
Wow, God! YOU are that great :)
But I'm no God.
Aku takut..hari ini merasa takut. Untuk kehilangan dan sakit. Jadi hari ini aku harus melawan hal itu, bahkan dengan tidak bertanya. When I'm afraid, I just love details. Well, goodbye me for now...even I'm no God :)
Tuesday, December 29, 2009
the barking of a dog does not disturb the man on a camel
Kata orang, Tuhan lebih pemurah dari jaringan internet. Skali data, foto, aib masuk ke server, seluruh dunia mengetahuinya dan tdk akan bisa lagi ditarik atau dihapus. Beda dengan bilik pengakuan dosa, ataupun panjang sabarnya Tuhan Allah.
Banyak yang bilang juga kepada saya, jangan menulis di blog dalam keadaan emosi. Tapi buat saya, emosi yang dikemas dengan bahasa yang baik, setelah disaring dengan keran nurani yang bermaksud baik, tdk akan mencelakakan siapa pun.
Saya paling tidak suka dicolek kalau sedang diam. Dan hari ini tjd sesuatu yg buat saya tdk penting, tapi nampak spt usaha membangunkan seekor macan tidur. Semua org punya sisi jahat dan baik, sekian lama saya berdiam diri melihat lusinan kalimat yg berusaha menjatuhkan sy dilontarkan, dan sy tdk bersusah payah utk menyimpan data tsbt lalu mencetaknya. Spt penduduk kota yang berani merajam seorang perempuan tuna susila, dengan keangkuhan diri seakan-akan tak pernah berbuat dosa.
Akan tetapi percayalah, manusia tak spt Tuhan yg panjang sabarnya. And I don't need enemy of my enemy just to bring somebody down. I always play solo, so don't make me break the silence and eat you up :)
Banyak yang bilang juga kepada saya, jangan menulis di blog dalam keadaan emosi. Tapi buat saya, emosi yang dikemas dengan bahasa yang baik, setelah disaring dengan keran nurani yang bermaksud baik, tdk akan mencelakakan siapa pun.
Saya paling tidak suka dicolek kalau sedang diam. Dan hari ini tjd sesuatu yg buat saya tdk penting, tapi nampak spt usaha membangunkan seekor macan tidur. Semua org punya sisi jahat dan baik, sekian lama saya berdiam diri melihat lusinan kalimat yg berusaha menjatuhkan sy dilontarkan, dan sy tdk bersusah payah utk menyimpan data tsbt lalu mencetaknya. Spt penduduk kota yang berani merajam seorang perempuan tuna susila, dengan keangkuhan diri seakan-akan tak pernah berbuat dosa.
Akan tetapi percayalah, manusia tak spt Tuhan yg panjang sabarnya. And I don't need enemy of my enemy just to bring somebody down. I always play solo, so don't make me break the silence and eat you up :)
Monday, December 28, 2009
Sejengkal Jarak Kebenaran
I miss you lover.
Mereka katakan kamu sesosok manusia. Sebuah status. Nama belakang.
Kau bukanlah semua itu, kau adalah substansi yg paling cair dan paling rekat. Kau mampu mengikuti lekukku yang tak sempurna dan menutupnya dengan kepribadianmu.
Kau adalah molekul terkecil dan maha luas. Kau bisa masuk begitu dalamnya, mengisi lubang hatiku, membuatku merasa begitu lengkap sekaligus begitu goyah ketika kau jauh.
Malam-malam kulalui dengan gambaran wajahmu begitu dekat, seakan-akan nafasmu adlh oksigen hidupku. Dan kau menghilang setiap kali ku membuka mata, hanya utk meyakinkan bhw ku blm jatuh gila.
Batin kita lekat dan kuat. Satu tampikan membuatku sakit, tapi satu senyuman meruntuhkan patah hatiku dan menyusunnya kilat secara ajaib.
Bangunkan aku dari mimpi burukku ini. Karena inti dari cinta, hubungan, dan komitmen adalah dua orang pribadi. Bukan seluruh atmosfer diantara mereka.
Mereka katakan kamu sesosok manusia. Sebuah status. Nama belakang.
Kau bukanlah semua itu, kau adalah substansi yg paling cair dan paling rekat. Kau mampu mengikuti lekukku yang tak sempurna dan menutupnya dengan kepribadianmu.
Kau adalah molekul terkecil dan maha luas. Kau bisa masuk begitu dalamnya, mengisi lubang hatiku, membuatku merasa begitu lengkap sekaligus begitu goyah ketika kau jauh.
Malam-malam kulalui dengan gambaran wajahmu begitu dekat, seakan-akan nafasmu adlh oksigen hidupku. Dan kau menghilang setiap kali ku membuka mata, hanya utk meyakinkan bhw ku blm jatuh gila.
Batin kita lekat dan kuat. Satu tampikan membuatku sakit, tapi satu senyuman meruntuhkan patah hatiku dan menyusunnya kilat secara ajaib.
Bangunkan aku dari mimpi burukku ini. Karena inti dari cinta, hubungan, dan komitmen adalah dua orang pribadi. Bukan seluruh atmosfer diantara mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)